Skip to Content
Loading...
Admin MANDAPA
Admin MANDAPA
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Penghijauan Lingkungan MAN 2 Pandeglang (Upaya tersebut dimulai dari kebiasaan sederhana siswa dan siswi madrasah)


 Oleh : Naila Rahmah Nurul Ramadhani

Menjaga lingkungan sekolah bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah atau petugas kebersihan. Sebagai siswa dan siswi yang setiap hari berada di lingkungan sekolah, kita justru menjadi salah satu pihak yang berperan penting dalam menentukan kondisi sekolah. Oleh karena itu, menurut saya, program Adiwiyata di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pandeglang tidak seharusnya hanya dipandang sebagai program untuk memperbanyak tanaman atau menyediakan tempat sampah, tetapi juga sebagai upaya membentuk kebiasaan siswa agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Upaya penghijauan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pandeglang akan benar-benar bermakna jika perubahan tidak hanya terlihat dari fasilitas sekolah, tetapi juga tercermin dalam kebiasaan sehari-hari siswa dan siswi madrasah.

Sebagai siswa dan siswi Madrasah Aliyah Negeri 2 Pandeglang, kita tentu sering melihat berbagai aktivitas yang menghasilkan sampah selama berada di sekolah. Mulai dari membeli minuman dalam kemasan, menggunakan wadah makanan sekali pakai, hingga meninggalkan sampah kecil setelah jam istirahat. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sepele karena hanya dilakukan oleh satu orang. Namun, jika dilakukan oleh puluhan hingga ratusan siswa setiap hari, jumlah sampah yang dihasilkan tentu tidak lagi sedikit. Dari pengalaman sederhana tersebut, saya menyadari bahwa persoalan lingkungan sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai pelajar.

Karena itu, salah satu langkah yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pandeglang dalam upaya menjaga lingkungan adalah membuat tempat sampah khusus untuk botol plastik. Bagi saya, keberadaan tempat sampah ini bukan hanya sebagai wadah untuk membuang botol plastik, tetapi juga menjadi pengingat bagi siswa untuk mulai membedakan jenis sampah.

Hal sederhana seperti ini ternyata dapat mengubah cara kita memandang sampah. Sebelumnya, mungkin kita berpikir bahwa setelah membuang sesuatu ke tempat sampah, tanggung jawab kita sudah selesai. Padahal, sampah tersebut tetap membutuhkan proses pengelolaan. Dengan adanya tempat khusus untuk botol plastik, siswa diajak memahami bahwa membuang sampah dengan benar merupakan bentuk tanggung jawab, bukan sekadar kewajiban karena takut ditegur.

Selain pengelolaan sampah, upaya penghijauan juga diwujudkan melalui penanaman pot bunga di beberapa bagian sekolah. Sebagai siswa dan siswi madrasah, kita tentu merasakan bahwa suasana sekolah yang memiliki banyak tanaman memberikan pengalaman yang berbeda. Area yang sebelumnya terlihat biasa saja dapat menjadi lebih hidup, sejuk, dan asri ketika dihiasi tanaman yang dirawat dengan baik.

Namun, menanam beberapa pot bunga sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Tantangan yang sesungguhnya adalah merawatnya setelah ditanam. Tanaman perlu disiram dan dijaga agar tidak rusak. Dari sinilah kegiatan penghijauan dapat menjadi pengalaman belajar yang sederhana bagi siswa dan siswi madrasah. Kita dapat belajar bahwa sesuatu yang baik membutuhkan proses dan konsistensi. Tidak cukup hanya menanam tanaman, kemudian membiarkannya tanpa perawatan.

Hal lain yang juga sedang dibiasakan adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti gelas plastik, styrofoam, dan bahan sejenis lainnya. Menurut saya, hal ini justru menjadi salah satu tantangan yang paling dekat dengan kehidupan siswa dan siswi madrasah. Plastik sekali pakai memang praktis dan mudah ditemukan. Oleh karena itu, upaya menguranginya membutuhkan perubahan kebiasaan, bukan sekadar penerapan aturan.

Sebagai siswa dan siswi madrasah, kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana. Misalnya, dengan membawa botol minum sendiri serta membawa dan menggunakan tempat makan yang dapat dipakai berulang kali.

Mungkin pada awalnya kebiasaan tersebut terasa sedikit merepotkan karena kita sudah terbiasa dengan sesuatu yang praktis. Namun, jika terus dilakukan secara bersama-sama dan konsisten, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Pada akhirnya, penghijauan lingkungan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pandeglang bukan hanya tentang menanam pohon, menyediakan tempat sampah, atau memperindah lingkungan sekolah. Lebih dari itu, penghijauan merupakan proses membangun kesadaran dan kebiasaan warga madrasah untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan asri bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi hasil dari kepedulian dan kerja sama seluruh warga madrasah.

Penulis adalah siswi kelas XI-C MAN 2 Pandeglang saat ini aktif di ekstrakurikuler Jurnalistik Mandapa dan juga merupakan Duta Pembicara Muda Indonesia Batch 5 2026

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?