Skip to Content
Loading...
Admin MANDAPA
Admin MANDAPA
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Melalui Jumat Bersih di MAN 2 Pandeglang, Banten

 



Oleh : Nazwa Zahrotussyiefa

Botol plastik yang kita buang hari ini dapat bertahan hingga ratusan tahun di bumi. Fakta tersebut menjadi salah satu alasan MAN 2 Pandeglang menjalankan program bebas plastik dan Jumat Bersih sebagai bagian dari upaya mewujudkan budaya Sekolah Adiwiyata.

Sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga tempat untuk belajar mencintai dan menjaga lingkungan. Oleh karena itu, Adiwiyata bukan sekadar predikat yang diterima sekolah, melainkan budaya dan kebiasaan seluruh warga MAN 2 Pandeglang dalam merawat serta melestarikan lingkungan. Dengan demikian, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat yang nyaman, tetapi juga bersih dan sehat.

Menurut saya, jika budaya Adiwiyata tidak diterapkan secara konsisten, MAN 2 Pandeglang hanya akan menjadi sekolah yang bersih untuk sementara, bukan sekolah yang benar-benar memiliki budaya bersih. Program ini penting untuk membentuk kebiasaan karena perilaku menjaga kebersihan yang dilakukan secara terus-menerus akan membentuk karakter peduli lingkungan yang dapat terbawa hingga setelah kita lulus.

Saya juga berpendapat bahwa program Jumat Bersih yang dilaksanakan secara rutin oleh seluruh warga MAN 2 Pandeglang merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.

Melalui program ini, kita tidak hanya diajarkan cara membuang dan memilah sampah, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, gotong royong, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Dari sisi kesehatan, manfaat program ini juga sangat terasa karena kegiatan menjaga kebersihan dapat mengurangi berbagai sumber penyakit yang berasal dari lingkungan yang kotor. Hal tersebut sejalan dengan komitmen MAN 2 Pandeglang sebagai Sekolah Adiwiyata. Untuk mendukung upaya tersebut, MAN 2 Pandeglang juga menjalankan program bebas plastik sebagai salah satu langkah untuk mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan madrasah.

Program bebas plastik di MAN 2 Pandeglang diterapkan melalui berbagai kebiasaan sederhana. Botol plastik tidak dibuang sembarangan, tetapi dikempiskan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke tempat sampah daur ulang khusus yang tersedia di setiap kelas. Selain itu, pihak sekolah juga membiasakan penggunaan kertas nasi sebagai pengganti plastik saat berbelanja di kantin. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan madrasah sekaligus membuktikan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Selain pengelolaan sampah plastik, penerapan program Jumat Bersih juga terlihat dari pembagian tugas yang terstruktur. Setiap kelas mendapatkan tanggung jawab untuk membersihkan area yang berbeda secara bergiliran setiap minggu. Ada siswa yang bertugas membersihkan musala, menyapu area sekitar lapangan, mengumpulkan daun-daun kering yang berguguran dari pepohonan, atau merawat pot-pot tanaman yang tersebar di lingkungan MAN 2 Pandeglang.

Sistem pembagian tugas secara bergiliran tersebut menurut saya cukup adil karena setiap siswa memiliki kesempatan untuk merasakan berbagai tanggung jawab. Kami tidak hanya berkutat pada satu area, tetapi belajar menjaga berbagai bagian lingkungan sekolah. Dari sinilah nilai gotong royong tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari kegiatan ini, saya juga belajar banyak hal yang tidak selalu diperoleh di dalam kelas. Salah satunya ketika saya mendapat tugas membersihkan dedaunan di bawah pohon rindang yang berada di dekat gerbang sekolah.

Jujur saja, menyapu daun-daun kering merupakan salah satu tugas yang cukup melelahkan bagi saya. Pohon-pohon tersebut memang membuat suasana sekolah menjadi teduh dan sejuk. Namun, ketika banyak daun berguguran, tanah di bawahnya dapat dipenuhi daun kering berwarna kecokelatan.

Hal yang paling menguji kesabaran adalah ketika daun-daun yang sudah dikumpulkan kembali berserakan karena tertiup angin. Akibatnya, pekerjaan harus dilakukan berulang kali. Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa menjaga kebersihan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab.

Namun, dari situlah saya semakin memahami mengapa MAN 2 Pandeglang disebut sebagai Sekolah Adiwiyata. Terlepas dari rasa lelah saat membersihkan dedaunan, pohon-pohon rindang tersebut memang perlu dirawat karena memberikan banyak manfaat, terutama dalam menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman di lingkungan madrasah.

Sebagai warga MAN 2 Pandeglang, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kebersihan area di sekitar pepohonan agar tetap bersih dan enak dipandang. Melalui program Jumat Bersih, saya mulai merasakan adanya tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Saya menyadari bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga madrasah.

Perasaan bangga muncul setelah seluruh area sekolah selesai dibersihkan. Lingkungan sekolah terlihat lebih bersih dan sehat. Lapangan yang sebelumnya berdebu menjadi lebih bersih, selokan yang sempat tersumbat kembali dapat mengalir dengan lancar, dan halaman di depan kelas terlihat lebih rapi.

Ketika melihat hasilnya, rasa lelah setelah menyapu daun yang tertiup angin seketika terbayarkan. Ada kepuasan tersendiri karena kami dapat melihat secara langsung hasil dari kerja keras yang telah dilakukan. Pengalaman tersebut juga membuat kami lebih menghargai kebersihan dan memahami bahwa membuang sampah sembarangan dapat menambah beban bagi orang lain yang harus membersihkannya.

Secara tidak langsung, program Jumat Bersih menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk menjaga kebersihan lingkungan, bukan sekadar karena adanya peraturan sekolah. Kebiasaan tersebut juga membentuk kedisiplinan dan kepekaan sosial. Para siswa menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan membiasakan diri membawa tumbler dari rumah sebagai bentuk dukungan terhadap program bebas plastik.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa predikat Sekolah Adiwiyata yang dimiliki MAN 2 Pandeglang merupakan amanah yang harus dipertahankan. Adiwiyata bukan sekadar predikat, melainkan sebuah proses pembiasaan yang membutuhkan konsistensi dan keterlibatan seluruh warga sekolah.

Jika program seperti Jumat Bersih dan bebas plastik terus dijalankan secara konsisten, MAN 2 Pandeglang tidak hanya menjadi sekolah yang bersih dan sehat, tetapi juga dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Inilah salah satu makna penting dari Sekolah Adiwiyata, yaitu mendidik siswa agar memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai bentuk rasa syukur atas amanah alam yang diberikan oleh Allah SWT.

Program Jumat Bersih mengajarkan saya bahwa menjaga lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab sebagai siswa yang setiap hari menggunakan fasilitas sekolah. Lingkungan yang bersih membuat proses belajar menjadi lebih nyaman, pikiran lebih tenang, dan kesehatan lebih terjaga.

Jika seluruh warga sekolah memiliki kesadaran yang sama, MAN 2 Pandeglang tidak hanya akan menjadi sekolah yang nyaman, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan. Semoga budaya baik ini terus berjalan dan tidak berhenti sebagai program rutin, tetapi berkembang menjadi karakter yang melekat pada diri setiap siswa.

Menurut pandangan saya, menjadi bagian dari MAN 2 Pandeglang berarti siap memikul tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan, merawat tanaman, serta menjaga amanah alam yang telah dititipkan Allah SWT kepada kita.

Program Adiwiyata mengajarkan bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan tidak dapat ditunda. Jika hari ini kita membiarkan sampah menumpuk, maka dampaknya akan kita rasakan pada kemudian hari. Karena itu, menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Semoga MAN 2 Pandeglang dapat terus mempertahankan predikat Sekolah Adiwiyata dengan baik dan konsisten. Semoga kami semua dapat menjadi contoh nyata bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan bumi.

Penulis adalah siswi MAN 2 Pandeglang kelas X-3

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?